Sabtu, 03 Oktober 2026

PULAU MENJANGAN HABITAT PENYU - The Waters of Menjangan Island are a turtle habitat

Video 1. Schooling fish di dermaga pos 1 Pulau Menjangan
 

PENYU MASIH ADA DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT (Bagian 3)

Isai Yusidarta, A. Triyono, A. Kusdyana, W. Arfianto, Sugiarto, Jun. Wy

Mandat Penetapan Taman Nasional Bali Barat


Berdasarkan mandat Penetapan Taman Nasional Bali Barat (TMBB) di aatas bahwa perairan TNBB  yang terdiri dari terumbu karang (Coral Reef), ikan di terumbu karang, dan penyu disertai hiu menjadi tolok ukur keberhasilan 3 pilar konservasi yaitu perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan. Penekanan penting bagi kawasan perairan TNBB adalah dapat dikembangkan sebagai obyek wisata bahari, penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan.


Sebaran Penyu di TNBB.

Hasil monitoring sebaran penyu di kawasan TNBB menunjukkan bahwa : 1) Seluruh perairan konservasi menjadi habitat penyu.: dan 2) Pesisir pantai berpasir menjadi lokasi bersarang (telor) dan menetasnya tukik untuk secepatnya menuju ke laut. Mulai perairan Selat Bali (Cekik) – Prapat Agung – Banyuwedang – Banyumandi – Pulau Menjangan beserta pasir laut di pesisirnya merupakan daerah jelajah penyu.

Monitoring dilaksanakan pada tanggal 16 – 21 September 2026. Metoda yang digunakan : 1) Wawancara kepada stakeholder pengguna langsung kawasan perairan (nelayan, guide dan wisatawan diver -snorkler) dan pengelola wisata di pesisir pantai.; 2) Nglalar yaitu jelajah pesisir pantai pagi dan malam hari.; dan 3) Penyelaman di lokasi yang dilaporkan terjadi perjumpaan penyu dengan guide dan wisatawan.

Perjumpaan langsung penyu tertinggi di perairan terjadi Perairan Pulau Menjangan. Perjumpaan langsung sarang penyu tertinggi di pesisir Kotal (Nusa Bay). Sedangkan di pesisir selat Bali (Cekik ke arah selatan) juga terjadi pelaporan adanya pendaratan penyu bahkan ada resort wisata yang melakukan penetasan semi alami. Pesisir Teluk Terima melaporkan adanya penemuan sarang telur penyu disertai foto penyu bertelur.

Pulau Menjangan

Pusat wisata perairan di TNBB adalah perairan Pulau Menjangan. Jualan obyek daya tarik wisata alam (ODTWA) tertinggi adalah Pulau Menjangan. Kunjungan tertinggi wisatawan adalah perairan Pulau Menjangan. Mengapa? Karena perairannya ideal untuk wisata bahari. Karena banyak yang bisa disaksikan termasuk Rusa timorensis di savana Pulau Panjang. Karena banyak yang bisa dilakukan yaitu snorkling, diving, tracking savana dan wisata religi. Artinya banyak yang bisa dinikmati. Secara rapid asessment harus diakui bahwa perairan Pulau Menjangan layak untuk pengembangan wisata bahari.

Bagaimana penghuni perairannya? Terumbu karang dan ikan tersedia sebagai ODTWA yang lebih settlement (lebih bisa menetap). Walaupun lebih motion (bergerak), penyu sebagai ODTWA mahkota wisata mudah dijumpai. Guide sering melaporkan perjumpaan dengan penyu melalui media sosial masing-masing. Tentunya dibagi dengan wisatawan diver maupun snorkler yang passti akan memasang status di media sosial masing-masing.

Belum dan sampai saat ini bukti dan laporan resmi penyu mendarat dan bertelur di pesisir Pulau Menjangan, belum ada. Walaupun di bagian belakang (utara) terdapat pasir putih di pesisir pantainya, dan samar-samar ada pembicaraan memungkinkan penyu mendarat dan bertelur. Bahkan searching media sosial yang memasang penyu mendarat dan bertelur belum menghasilkan informasi valid (belum ada bukti dokementasi). Artinya dapat diduga penyu menjadikan perairan terumbu karang Pulau Menjangan sebagai tempat bermain dan tempat tinggal dan pesisir Pulau Menjangan tidak (belum)  sebagai tempat bersarang – bertelur – menetas. Tim Monitoring Sebaran Penyu tidak mendapatkan informasi, bahkan tidak menjumpai langsung penyu bertelur di pesisir Pulau Menjangan. 

Pusat Wisata Penyu.

Pendapat saya bahwa perairan Pulau Menjangan sebagai pusat wisata penyu, sebenarnya didasarkan mudahnya diver dan snorkler bertemu penyu. Saya sendiri setiap ke Pulau menjangan ketika snorkling dan diving selalu bertemu penyu tiap sesi terjun ke perairan Pulau Menjangan. Pernah saya snorkling selama 1 jam pada pukul 06.00 – 07.00 wita bertemu 5 individu penyu.

Cek dengan cermat di medsos yang bercerita perjumpaan dengan penyu. Tidak perlu di kolom perairan, di permukaan perairan rombongan wisatawan dari Banyuwangi mengabadikan sepasang penyu yang sedang kawin. Bahkan medsos Indonesia_traveler, sering menampilkan perjumpaan penyu. Mencermati akun instagram yang berkaitan lokasi Pulau Menjangan, Bali banyak yang meng-upload perjumpaan penyu.

Gambar 1. Biro perjalanan menjadikan perjumpaan wisatawan dan penyu di perairan Pulau Menjangan, TNBB sebagai branding pemasaran di media sosial.

Hasil pengamanan medsos dan monitoring dapat diduga bahwa perairan Pulau Menjangan merupakan habitat penyu khususnya penyu sisik dan penyu hijau. Ini valid karena tingkat kunjungan wisatawan terpusat di perairan Pulau Menjangan, sehingga laporan perjumpaan penyu adalah linier.

Video 2. Wisatawan asal Banyuwangi menyaksikan proses perkawinan penyu di atas boat yang mereka gunakan. Ini membuktikan bahwa perairan Pulau Menjangan menjadi tempat melangsungkan siklus perkembangbiakan hidup penyu.

Apakah Penyu Menetap?

Penyu termasuk satwa dengan daya jelajah tinggi. Mampu berkelana dengan berenang ke laut luas dan berumur panjang. Apakah penyu juga bisa menetap di area tertentu?

Pengalaman saya di perairan TN kepulauan Seribu khususnya Pulau Kelapa Dua selama 3 tahun lebih, menjumpai 1 ekor penyu yang menetap di rongga di bawah batu penunggul (karang massive besar) di sisi kanan dermaga SPTN Wilayah I Pulau Kelapa. Diving siang hari di tempat itu tidak diketemukan penyu tersebut. Night dive menemukan penyu tersebut. Hal ini terjadi berkali-kali. Selama bertugas disini, seminggu  melaksanakan night 3 dive kali dengan hari yang berbeda di sekitar area tersebut sambil sekedar mencari lauk untuk makan. Hal ini bisa dilihat di IG saya : yusidartaisai.

Keberadaan PT. Lucky Samudra dengan usaha budidaya utama Marukoban (Ikan Bawal Bintang sirip pendek), menjadi tempat perjumpaan penyu yang sangat mudah. Pagi, siang dan sore mudah menjumpai (penyu di areal budidaya tersebut. Semakin mudah ketika waktu pemberian pakan. Penyu mengelilingi karamba, dan memakan pakan yang keluar dari karamba. Pemberian pakan ini berlangsung terus menerus setiap hari (2 kali sehari).

Artinya? Penyu pun bisa menetap (settlement) pada malam hari dan berkelana di area sekitar yang dapat dijangkau pada saat matahari terbit, serta kembali untuk tinggal pada malam hari. Hal ini didukung sumber pakan yang mudah di dapatkan dan melimpah.

Apakah Penyu Menetap di Perairan Pulau Menjangan?

Pertanyaan diatas, pastinya banyak berharap dijawab secara ilmiah melalui penelitian oleh ahli, pakar, dan peneliti baik dari akademisi maupun lembaga penelitian pemerintah dan independen. Sebelum itu tersedia, saya selaku personil dari management authority (BTNBB) memberikan pertimbangan pemikiran analogi bahwa mahluk hidup mempunyai insting menuju dan menetap di suatu daerah jika kebutuhan hidupnya terpenuhi (secara keseluruhan animal welfare-nya didapatkan penyu), terutama pakan. Pun demikian, manusia jika kebutuhan hidupnya terpenuhi di suatu daerah, pasti akan menetap di daerah tersebut. Rusa di musim kemarau, mendekati area kubangan air yang tersisa dan masih menyediakan rumput (tidak harus hijau segar) atau pohon tingkat semai dan pancang yang masih bisa dijangkau daunnya.

Saya dapat memberikan keterangan bahwa ada 3 kunci pengelolaan yang dilaksanakan BTNBB yang memberikan kenyamanan penyu untuk menjadikan perairan Pulau Menjangan sebagai habitatnya dan menempatkan spesies penyu sebagai salah satu nice (relung hidup) dalam rantai makanannya di perairan Pulau Menjangan. Ketiga kunci adalah:

1.    Pengelolaan Wilayah

2.    Pengelolaan Zona

3.    Kegiatan Tapak

Pengelolan wilayah telah menempatkan Pulau Menjangan dan perairannya pada resor wilayah tersendiri dan terpisah dari daratan utama. Kajian resort konservasi yang telah disusun sebagai dokumen pengelolaan yang akan diajukan di tahun 2026 pun semakin menempatkan Pulau Menjangan dan perairannya lebih spesifik dengan mengurangi beban perairan di Teluk Banyuwedang yang terletak di pulau utama (daratan Pulau Bali). Kondisi ini menempatkan personil resor, fokus pada Pulau Menjangan dan perairannya. Pengelolaan wilayah ini menjadikan resor Pulau Menjangan berbasis tipologi resor perairan dan pulau mikro.

Gambar 2. Kantor Resor Pulau Menjangan yang sekaligus sebagai pos pengamanan kawasan perairan Pulau Menjangan yang melayani selama 24 jam per hari.

Pembagian wilayah pengelolaan ini, mendukung personil resor wilayah Pulau Menjangan untuk berkonsentrasi dalam lingkup yang terpusat pengelolaan keanekaragaman hanyati perairan dan pulau mikro dalam pilar perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan. Personil dapat memastikan pengawasan secara menyeluruh dalam jangkauan panca indera manusia (petugas) untuk memastikan kondisi resor wilayah yang dipangkunya berjalan dalam dinamika alam. Personil resor wilayah akan dengan cepat, efektif dan efisien dalam menggagalkan dan mengeliminasi intervensi manusia yang dapat merusak dinamika alam perairan Pulau Menjangan.

Pengelolaan Zona dalam sistem zonasi menempatkan perairan Pulau Menjangan sebagai zona pemanfaatan. Perairan yang berada di dalam garis pangkal daratan Pulau Menjangan di masukkan ke dalam zona pemanfaatan terkhusus wisata bahari. Perairan yang di luar dari garis pangkal Pulau Menjangan sebagai area di luar kawasan TNBB (Peta zonasi terlampir) yang hanya berjarak tempuh 5 menit dari dari Pulau Menjangan. Zona pemanfaatan terkhusus pariwisata membantu pencegahan eksploitasi sumber daya ikan dan perairan lainnya di dalam garis pangkal Pulau Menjangan. 

Membandingkan peta kawasan TNBB dengan peta kawasan Taman Nasional Karimunjawa (TNKj) dan  Peta Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) sangat berbeda dasar pemikirannya. Peta kawasan TNBB pada kawasan perairan sepertinya menggunakan prinsip garis pangkal pulau (mirip peta Kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia), sehingga menyusuri garis pangkal pulau sehingga tidak garis lurus seperti di TNKj dan TNKpS. Perairan di luar garis pangkal (di luar kawasan TNBB) pun tidak jauh dari pulau Menjangan dan tidak jauh juga dari Teluk Kotal. Rata-rata 5 menit jarak tempuh lurus dari daratan Pulau Menjangan mapun Tanjung Kotal.

Gambar 3. Posisi Pulau Menjangan dengan zona pemanfaatan (di dalam garis pangkal perarian) dan perairan di luar kawasan TNBB (diluar garis pangkal perairan)

Area perairan yang berada di luar garis pangkal Pulau Menjangan memberikan ruang nelayan masyarakat sekitar kawasan untuk dapat mengambil hasil laut tanpa harus mendekati habitat penyu di perarian Pulau Menjangan. Penangkapan hasil laut di area ini dengan menggunakan peralatan tradisional yang legal diharapkan dapat mencegah eksploitasi berlebih dan masih mampu menyediakan pendapatan bagi masyarakat sekitar kawasan TNBB. Artinya diharapakan terjadi keseimbangan kelestarian alam dan pemenuhan kebutuhan masyarakat pesisir.

Gambar 4. Patroli Resor Pulau Menjangan pada seiang hari sekaligus terus melakukan penyadartahuan terkait zonasi TNBB dan area penangkapan ikan di luar batas kawasan TNBB

Kegiatan Tapak yang dilaksanakan telah mendukung pengelolaan wilayah dan zona. Kantor Resor Wilayah di Pulau Menjangan yang sekaligus sebagai pos pengamanan telah didukung personil dalam kesiapsiagaan 24 jam. Patroli malam rutin dilakukan, mengingat aktivitas nelayan berlangsung pada malam hari. Belum pernah nelayan mendekati area habitat penyu di malam hari. Nelayan selalu terpantau dari pos pengamanan ketika mendekati zona pemanfaatan pariwisata. Patroli malam selalu berhasil melakukan penindakan secara tegas dan humanis. Nelayan diberikan penyadartahuan area tangkap yang diperbolehkan dengan peralatan tradisional yaitu di luar garis pangkal perairan Pulau Menjangan atau diluar kawasan TNBB yang hanya berjarak 5 menit lurus. Acapkali nelayan yang “sedikit” melanggar membuat surat pernyataan untuk tidak lagi menagkap hasil laut di zona pemanfaatan wisata dan biota yang dilindungi. Hasil patroli malam ini pun diintegrasikan sebagai kegiatan smart patrol. Kegiatan tapak ini sudah berjalan otomatis diantara personil Resor Wilayah Pulau Menjangan.


Gambar 5. Patroli malam secara humanis untuk penyadartahuan kepada nelayan untuk tidak menangkap cumi-cumi dan ikan di dalam zona pemanfaatan di dalam garis pangkal kawasan TNBB

Selain patroli malam, patroli pengawasan pengunjung wisatawan menjadi urat nadi kelestarian penyu. Pengunjung dihimbau untuk tidak menginjak karang, dan mengambil biota laut (menyelamatkan ikan dari tenggelam di air laut). Pengunjung hanya diperbolehkan mengambil foto/ video tanpa harus menyentuh bahkan memindahkan biota laut. Termasuk tidak boleh menyentuh penyu serta menghalangi jalan penyu menuju ke permukaan untuk mengambil udara memenuhi paru – parunya.

Penebalan kegiatan di atas merupakan reaksi dasar essensial dalam rangka menerapakan prinsip  3 pilar konservasi yaitu perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan dengan strategi pemanfaatan yang mendukung usaha-usaha perlindungan dan pengawetan alam. Mengapa?

1)     Perlindungan yang ketat memberikan ruang rantai makanan dan jaring – jaring makanan terpelihara di perairan di dalam garis pangkal Pulau Menjangan. Schooling fish masih sering terjadi bahkan menjadi tontonan dan obyek daya tarik wisatawan. Schooling fish bahkan terjadi di area dermaga pos 1. Daerah yang ketika pasang tertinggi hanya kedalaman 5 meter. Fenomena shooling fish merupakan bukti rantai makanan masih terpelihara (foto dan video di awal blog terlampir). Ubur-ubur kecil yang merupakan makanan penyu mulai dari tukik tersedia melimpah dan sering kali dapat dijumpai oleh wisatawan diving maupun snorkling.


Gambar 6. Schooling fish pun bisa menjadi background foto bawah air yang stylish di media sosial

2)     Upaya pengawetan dengan memberikan kesempatan nelayan dari masyarakat setempat untuk dapat mengambil hasil laut di luar garis pangkal (luar kawasan TNBB) perairan Pulau Menjangan yang merupakan upaya menyeimbangkan kebutuhan pendapatan masyarakat dan kelestarian di dalam garis pangkal (zona pemanfaatan pariwisata) Pulau Menjangan. Kebutuhan manusia masih terpenuhi tanpa mengganggu keseimbangan alam di dalam garis pangkal perairan Pulau Menjangan. Bahkan ikan dan biota lainnya dapat berkembang di area di dalam garis pangkal perairan Pulau Menjangan dan dapat spill over (merembet keluar) ke luar garis pangkal perairan Pulau Menjangan. Sehingga populasi dan jenis biota dalam tiap tingkatan rantai makanan dapat terjaga dengan baik. Bahkan efek negatif kegiatan wisata di dalam garis pangkal perairan Pulau Menjangan (kerusakan karang) telah dilakukan dengan melaksanakan pemulihan ekosistem terumbu karang melalui transplantasi.

Gambar 7. Ikan kuwe yang difoto bersamaan schoolong fish di Pos 1 Pulau Menjangan (Gambar 5) merupakan ikan predator yang punya daya jelajah tinggi. Menjadikan ikan schooling fish kecil sebagai buruan. Jika ikan buruannya melimpah (tidak ditangkap nelayan) di zona pemanfaatan TNBB, ikan kuwe pun akan berkembang biak dan melimpah, akhirnya bisa spill over keluar kawasan TNBB

3)     Pemanfaatan perairan di dalam garis pangkal perarian (zona pemanfaatan pariwisata) Pulau Menjangan bertujuan untuk memberikan pengetahuan, dan pendidikan kepada masyarakat (definisi taman nasional menurut UU 32 Tahun 2024 atas perubahan UU Nomor 5 Tahun 1990) melalui kegiatan wisata berbasis alam. Juga memberitahu dan membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa salah satu titik perairan di Indonesia tetap lestari sejajar pembangunan masyarakat dan mengajak warga dunia agar dapat datang dan menyaksikan bukti yang ada. Sekaligus mendapatkan pembiayaan untuk mengerakkan upaya perlindungan dan pengawetan ibaratnya seperti menghidupkan mesin. Harus ada bahan bakar dan biaya pemeliharaan dari mesin untuk dapat terus hidup dan tidak ada kata berhenti (mati). Patroli sebagai esensi dasar perlindungan kawasan TNBB (habitat – spesies – genetik), dan pengawasan penggunaan wilayah di luar kawasan yang dapat digunakan untuk pengambilan sumber daya perikanan sekaligus penyadartahuan kepada masyarakat serta pemulihan ekosistem perarian sebagai upaya pengawetan yang dilakukan. Berhentinya upaya perlindungan dan pengawetan mengancam keberlangsungan kehidupan perairan Pulau Menjangan.  

Gambar 8. Sikap humanis dalam pelaksanaan patroli ditunjukkan dengan tetap senyum dan pengajarkan aplikasi avenza dengan peta dasar kawasan TNBB untuk menunjukkan posisi stakeholder dalam beraktivitas di perairan Pulau Menjangan.

 

Kesimpulan

Kunci utama penyu masih ada di Taman Nasional Bali Barat adalah personil dari management authority telah melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang membuat rantai makanan di dalam garis pangkal perairan (zona pemanfaatan pariwisata) Pulau Menjangan tetap terjaga dan pemenuhan kebutuhan sumber daya perikanan untuk masyarakat di luar garis pangkal perairan Pulau Menjangan pun terpenuhi.

Bergandengan tangan dengan scientific authority (perguruan tinggi dan lembaga penelitian) yang mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk melakukan penelitian tentang penyu di perairan Pulau Menjangan, Bali. Pencarian hasil-hasil penelitian penyu di perairan Pulau Menjangan dan Taman Nasional Bali Barat secara keseluruhan sangat minim bahkan boleh dikatakan belum pernah dilakukan.