MENGAPA RUSA MAMPU BERTAHAN HIDUP DI PULAU MENJANGAN
Isai Yusidarta, Sugiarto
dan Noorman - BTNBB
Rusa di Pulau Menjangan
Gambar 1. Rusa di Pulau Menjangan pada musim penghujan menikmati hijau savana. Diambil Februari 2026 – Dokumen BTNBB.
Keberadaan Rusa di pulau
seluas 175 hektar, merupakan mamalia herbivora satu-satunya yang merumput dan
meramban. Jenis rumput yang di savana Pulau Menjangan adalah Teki (Cyperus
brevifolius), Jampang (Themedia villosa), Lamuran (Cyperus sp),
Jarum (Digitaria ciliaris), Duri (Bulbostylis puberula) dan
Alang-Alang (Imperata cylindrica).
Daun-daun yang diramban
berasal dari vegetasi Pilang, Walikukun, Kedondongan Hutan, Kalici dan Intaran.
Acacia leucophloea di Indonesia
dikenal dengan nama pohon pilang atau kabesak menjadi penyelamat bagi Rusa
disaat rumput mengering. Rusa memakan daun pilang baik langsung dari pohon yang
masih rendah (semak) maupun dari ranting-ranting rendah yang bisa mereka
jangkau. Daun ini mengandung protein kasar yang baik untuk menunjang nutrisi
rusa. Spondias pinnata (yang dikenal sebagai kedondong hutan atau
kecemcem) menyediakan sumber pakan dan cairan tambahan saat rumput alami di
pulau berkurang. Schoutenia ovata (Walikukun atau Luhu) diramban oleh
Rusa terutama pada tingkat semai atau pancang. Kalici (Caesalpinia bonduc)
ramban alternatif Rusa pada tingkat semai (bibit/ anakan) dan daun-daun
mudanya. Intaran (Azadirachta indica) dikenal juga sdengan nama
Mimba diramban terutama musim kemarau.
Vegetasi Pilang, Walikukun,
Kedondongan Hutan, Kalici dan Intaran ketika sudah pada tingkatan pohon
memberikan manfaat bagi Rusa untuk berteduh. Biji dari pohon-pohon di atas
ketika jatuh di atas tanah dapat berkecambah dan tumbuh, sehingga menjadi ramban ketika tingkat semai dan pancang bagi rusa.
Di pesisir Pulau Menjangan
terdapat lamun yang seringkali dimakan oleh rusa. Thalassia hemprichii,
Cymodocea rotundata, dan Halophila ovalis, umum dijumpai sebagai
tumbuhan sejati di wetland pesisir tersebut.
Kompetitor Rusa
Kompetisi memperebutkan
sumber bahan makanan, selama ini belum terjadi. Rumput dan dedaunan yang dapat
dijangkau hanya untuk memenuhi kebutuhan spesies Cervus timorensis.
Ruang hidup pun tidak memiliki
saingan (kompetitor) sesama mamalia di daratan Pulau Menjangan. Predasi oleh
karnivora tidak pernah diketemukan kasusnya. Petugas pernah menemukan beberapa
ular Sanca Bodo di Pulau Menjangan dalam kegiatan monitoring satwa. Namun,
belum pernah menyaksikan Rusa dimangsa Sanca. Informasi petugas, Sanca lebih
memilih memangsa tikus.
Biawak merupakan predator
yang dijumpai di Pulau Menjangan. Tidak pernah menjadi predator Rusa sekalipun
anak rusa. Biawak menempati ruang mangrove dan pesisir pantai. Tidak pernah
dijumpai di area savana terutama musim kemarau.
Warna vegetasi hijau
(ketika musim kemarau) diperankan oleh daun dari mangrove yang tumbuh di
beberapa area pesisir pantai Pulau Menjangan.
Ruang hidup Rusa di Pulau
Menjangan dikurangi oleh bangunan tempat ibadah, perkantoran dan sarana wisata.
Koridor laut menuju juga terganggu oleh lalu lalang kapal wisata, terutama
setelah matahari bersinar hingga tenggelam.
Peran Rusa Timor
Cervus timorensis di Pulau Menjangan berperan
sebagai pengendali tanaman permukaan dan vegetasi tumbuh di daratan savana.
Mereka meramban dedaunan
sejak dari tingkat semai vegetasi yang ada. Aktivis ini, membantu
mempertahankan luasan padang savana yang ada. Vegetasi yang ada dominan tingkat
pohon. Keberadaan vegetasi tingkat pancang dan tiang saya sulit ditemukan,
kecuali untuk kelompok mangrove.
Kotoran (feces) Rusa
yang menyebar di atas permukaan tanah Pulau Menjangan dapat diduga menjadi
pupuk dan membantu rumput dan vegetasi pohon untuk hidup. Rumput dan vegetasi
pohon pun menjadi sumber makanan bagi Rusa.
Rantai makanan terbentuk secara
sederhana dengan melibatkan Rusa, rumput-vegetasi pohon, dan dekomposer. Faktor
rantai makan ini yang menjadikan rusa masih bertahan di Pulau Menjangan.
Peran Manusia
Penetapan Taman Nasional
Bali Barat sebagai kawasan pelestarian alam, maka Pulau Menjangan dan perairan
di sekitarnya menjadi Resor Wilayah Pulau Menjangan dengan penempatan bangunan
kantor resor dan keberadaan personil (pegawai/asn). Penjagaan 24 jam di Pulau
Menjangan menghilangkan gangguan perburuan rusa dan mencegah kebakaran hutan
dan lahan. Ketersediaan air minum bagi rusa pada musim kemarau pun terpenuhi di
tempat minum satwa, walaupun terbatas.
Gambar 2. Rusa di Pulau Menjangan pada musim kemarau minum air tawar di bak minum satwa. Diambil September 2026 – Dokumen BTNBB.