Minggu, 27 September 2026

Identifikasi Penyu di Taman Nasional Bali Barat - Sea Turtle Identification in West Bali National Park

 

PENYU MASIH ADA DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT (Bagian 2)

Identifikasi Penyu Perjumpaan Langsung di Perairan TNBB

Isai Yusidarta, A. Triyono, A. Kusdyana, W. Arfianto, Sugiarto, Jun. Wy


Mandat Penetapan Taman Nasional Bali Barat



Ciri Penyu Sisik

Karapaks (tempurung) penyu sisik memiliki 2 pasang prefontal, 4 pasang lateral, 5 buah vertebral dan semuanya yang tumpang tindih (overlapping) seperti sisik dan pinggiran karapaksnya bergerigi.

Bentuk kepala yang memanjang dengan rahang yang cukup besar dan mulut meruncing menyerupai paruh burung elang, sehingga disebut hawksbill turtle dalam bahasa Inggris. Paruhnya lebih tajam dan menonjol ketimbang jenis penyu lainnya. Paruh yang tajam dan kuat cocok untuk memotong dan meremukkan sumber makanannya berupa spons, karang, krustasea, moluska. Paruh tersebut dapat meremukkan cangkang bivalvia (kerang) untuk diambil dagingnya.

Karapaks pada penyu sisik memiliki lima buah vertebral dan empat pasang lateral, dengan bagian belakang sisiik yang saling tumpang tindih (overlapping). Pinggiran belakang karapaksnya terlihat bergerigi, mirip dengan tepi gergaji atau pisau bistik. Karapaks penyu tersebut diketahui dapat mencapai panjang 75 – 88 cm dengan berat 43–75 kg.

Ciri Penyu Sisik


Kunci identifikasi penyu hijau adalah sepasang prefrontal di bagian depan kepala, 4 pasang lateral dan 5 buah vertebral. Nama Penyu hijau (Chelonia mydas) berdasarkan warna kulitnya, yang sebagian kulitnya berwarna kehijauan. Warna tersebut disebabkan oleh lapisan lemak dibawahnya. Warna karapas bisa berwarna coklat, hitam, dan abu-abu. Pada bagian perut berwarna kuning.




Panjang karapas penyu hijau dapat tumbuh mencapai 120 cm, dengan berat hingga 300 kg, kematangan seksual pada usia antara 20 hingga 50 tahun. Penyu hijau dikategorikan sebagai penyu besar setelah penyu belimbing. Tukik dan remaja penyu hijau bersifat omnivora dengan memakan ubur-ubur dan spons. Penyu hijau dewasa adalah pemakan tumbuhan (herbivora) yaitu alga, rumput laut dan lamun

jenis penyu pembuat sarang untuk bertelur pada malam hari. Menghindari keramaian dan cahaya terang disepanjang pesisir pantai. Jumlah telur penyu dalam satu sarang 100 – 2000 butir telur. Ketika telur menetas maka tukik akan secaepatnya menuju kelaut berenang menuju tempat yang aman. Telur penyu sering kali diincar oleh predator seperti biawak, babi dan anjing bahkan manusia untuk sumber protein. Fase tukik dari mulai menuju laut meninggalkan sarang di pantai, mereka diburu oleh burung, gurita, cumi, anak hiu dan ikan predator seperti groupper (kerapu), dan barakuda. Jika tukik-tukik selamat dan bertumbuh, maka hidupnya dapat mencapai umur 80 - 90 tahun.

-----------------------------------------------------------------------

 

Bagian ke-3 PENYU MASIH ADA DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT akan bercerita mengapa penyu mudah dijumpai di Pulau Menjangan.







Tidak ada komentar: