PENYU MASIH ADA DI
TAMAN NASIONAL BALI BARAT (Bagian 1)
Isai Yusidarta, A. Triyono, A. Kusdyana, W.
Arfianto, Sugiarto, dan Jun. Wy
Gambar 1. Wisatawan snorkler bertemu penyu di
perairan dangkal (terumbu karang) Pulau
Menjangan dan diposting oleh guidenya di satus WA
Mengapa penyu?
Bagi
penyelam permukaan (snorkler) dan penyelam (driver),
menikmati kolom perairan asin bukan hanya terumbu karang dan ikan hias. Mereka
akan berteriak-teriak ketika bertemu penyu, lumba-lumba, dugong, paus, pari
manta, gerombolan ikan (schooling fish) bahkan hiu. Tapi terikan itu nanti
ketika sudah di kapal atau di darat. Apalagi kalau punya bukti berupa foto atau
video hasil karya sendiri. Pasang di medsos pribadi merupakan wooooow. Reptil
dan mamalia laut punya nilai gaya sendiri.
Penyu
merupakan reptil yang memanfaatkan perairan sebagai rumah hidupnya. Mendarat,
ketika mau bertelur. Di darat ketika ditelurkan induknya hingga menetas.
Selesai menetas langsung pergi ke laut.
Status
hukum penyu di Indonesia adalah satwa dilindungi sesuai Undang- Undang Nomor 32 Tahun 2024 (perubahan atas UU Nomor 5
Tahun 1990) dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan
Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Menurut
Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature), status
penyu bervariasi yaitu : 1) Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) status kritis
(Critically Endangered).; 2) Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)
dan Penyu Tempayan (Caretta caretta) berstatus rentan hingga punah
terganggu wilayah populasinya.; 3) Penyu hijau status risiko rendah (Least
Concern).; 4) Penyu Belimbing status kritis (Critically
Endangered).
Ada tuturan
umum, 1000 tukik yang mentas hanya 1 yang selamat sampai dewasa untuk bertelur
kembali ke lokasi tempat mereka ditelurkan dan ditetaskan di tanah yang
ditimbun induknya.
Hal - hal di atas merupakan nilai kepentingan tertinggi ketika snorkler dan diver bertemu dengan penyu ketika berada di kolom perairan laut.
Gambar 2. Penyu bertelur dan jejaknya di pesisir pantai
: A) Teluk Terima dan B) Cekik. Foto Februari dan Juli 2026 – Dokumen TNBB
Mengapa penyu punya nilai
tinggi bagi diver dan snorkler?
Setiap diver
dan snorkler pasti punya media sosial dan relasi khusus atau circle. Mulai
dari upload status WA, Telegram, Face Book (FB), Instragram (IG), You
Tube, Twitter, Thread, Tiktok dan blog. Mereka akan memamerkan foto atau video
penyu di kolom perairan laut yang mereka jumpai.
Penyu mempunyai
nilai gaya sendiri bagi diver dan snorkler.
1.
Tidak mudah berjumpa penyu disetiap
titik dan kedalaman perairan laut. Walaupun
sekali waktu penyu ke permukaan air laut untuk mengambil udara memenuhi
paru-parunya, tetap susah di jumpai. Mengisi paru-paru dengan udara atmosfer di
atas permukaan laut hanya sebentar yaitu 4 – 5 menit untuk menyelam bergerak 20
– 45 menit. Penyu adalah mahluk yang dinamis bergerak apalagi jika merasa ada
gangguan. Artinya bertemu penyu memerlukan keberuntungan (lucky).
2.
Pada kondisi perairan laut saat
ini, bertemu penyu paling 1 ekor di satu titik lokasi dan kedalaman, apalagi
bertemu penyu sedang berpasangan (kawin) itu adalah doorprize, hadiah
dari ketenangan, ketahanan dan kekuatan diver menjelajahi perairan laut. Sesuai
falsafah ekowisata penyu adalah umur panjang, kebijaksanaan – kesabaran,
ketahanan – kekuatan dan keseimbangan alam di laut.
3.
Bisa mendapatkan foto/video
dirinya (penyelam itu sendiri) dengan penyu pada saat sama-sama menyelam dan
bergerak adalah boon atau gift of God. Berarti si penyu merasa
nyaman dengan penyelam dan tidak terganggu dengan penyelam. Atau diver adalah
seorang profesional, dan foto atau video tersebut adalah bukti keprofesionalan
dalam prinsip animal welfare.
Gambar 3. Diver bertemu penyu di perairan Banyuwedang.
Sekali lagi “Don’t touch”. Foto September 2026 – Dokumen TNBB
Resume Monitoring Penyu di
TNBB
Taman
Nasional Bali Barat melaksanakan kegiatan monitoring penyu dari tanggal 16 – 21
September 2026. Penyu merupakan salah satu mandat penetapan TNBB yang
didasarkan pada 3 pilar yaitu perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan. Penyu
menjadi satwa obyek daya tarik wisata kawasan perairan TNBB. Di perairan Pulau
Menjangan menjadi satwa laut yang menarik kedatangan diver dan snorkler. Para
diver sering bertemu dengan penyu ketika menyelam. Snorkler pun sering
mendapatkan foto penyu ketika berenang diperiran dangkal terumbu karang.
Monitoring
dilaksanakan di pesisir pantai yang menjadi lokasi pendaratan penyu betina
untuk bertelur dan tukik menetas dengan teknik nglalar penyu menyusuri pantai pada malam hari untuk mencari dan
menemukan penyu yang sedang mendarat atau sarang tempatnya bertelur. Menyelam pada
titik-titik informasi tempat diver guide bertemu penyu ketika memandu
wisatawan. Wawancarai nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir
pantai.
Terangkum hasil identifikasi bahwa
perairan TNBB merupakan habitat 3 jenis penyu, yaitu Penyu Hijau, Penyu Sisik
dan Penyu Lekang. Pada pesisir pantai diketemukan sarang penyu yang bertelur. Sarang
ada yang dirusak dan telor kemungkinan telah dimangsa predator (diketemukan
jejak kaki dan ekor biawak).
Gambar 4. Wisatawan
dan guide diving di Pulau Menjangan di kedalam 25 meter. Pada saat foto ini
saya ambil, mereka bertemu penyu yang juga saya lihat dan saya video dan foto
penyu tersebut. Sebagian video, saya tampilkan di blog ini. Foto September 2026
– Dokumen TNBB.
Bagian ke-2 PENYU MASIH ADA DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT akan bercerita identifikasi penyu hasil monitoring.
Bagian ke-3 PENYU MASIH ADA DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT akan bercerita mengapa penyu mudah dijumpai di Pulau Menjangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar