Sabtu, 26 September 2026

WISATA PENYU DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT (BAGIAN 1) - Turtle Tourism in West Bali National Park (Part 1)

 



PENYU MASIH ADA DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT (Bagian 1)

Isai Yusidarta, A. Triyono, A. Kusdyana, W. Arfianto, Sugiarto, dan Jun. Wy

Mandat Penetapan Taman Nasional Bali Barat


Pemberitaan media sosial, mulut ke mulut, dari guide, dan wisatawan bertautan dengan keberadaan penyu di perairan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), menjadi obyek menarik follower. Tidak ketinggalan menjadi obyek marketing bagi agen (biro) wisata. Janji snorkling dan diving bertemu penyu menjadi pengikat naiknya dollar yang diterima.


Gambar 1.    Wisatawan snorkler bertemu penyu di perairan  dangkal (terumbu karang) Pulau Menjangan dan diposting oleh guidenya di satus WA


Mengapa penyu?

Bagi penyelam permukaan (snorkler) dan penyelam (driver), menikmati kolom perairan asin bukan hanya terumbu karang dan ikan hias. Mereka akan berteriak-teriak ketika bertemu penyu, lumba-lumba, dugong, paus, pari manta, gerombolan ikan (schooling fish) bahkan hiu. Tapi terikan itu nanti ketika sudah di kapal atau di darat. Apalagi kalau punya bukti berupa foto atau video hasil karya sendiri. Pasang di medsos pribadi merupakan wooooow. Reptil dan mamalia laut punya nilai gaya sendiri.

Penyu merupakan reptil yang memanfaatkan perairan sebagai rumah hidupnya. Mendarat, ketika mau bertelur. Di darat ketika ditelurkan induknya hingga menetas. Selesai menetas langsung pergi ke laut.

Status hukum penyu di Indonesia adalah satwa dilindungi sesuai Undang- Undang  Nomor 32 Tahun 2024 (perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990) dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Menurut Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature), status penyu bervariasi yaitu : 1) Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) status kritis (Critically Endangered).; 2) Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) dan Penyu Tempayan (Caretta caretta) berstatus rentan hingga punah terganggu wilayah populasinya.; 3) Penyu hijau status risiko rendah (Least Concern).; 4) Penyu Belimbing status kritis (Critically Endangered).

Ada tuturan umum, 1000 tukik yang mentas hanya 1 yang selamat sampai dewasa untuk bertelur kembali ke lokasi tempat mereka ditelurkan dan ditetaskan di tanah yang ditimbun induknya.

Hal - hal di atas merupakan nilai kepentingan tertinggi ketika snorkler dan diver bertemu dengan penyu ketika berada di kolom perairan laut.


Gambar 2.    Penyu bertelur dan jejaknya di pesisir pantai : A) Teluk Terima dan B) Cekik. Foto Februari dan Juli 2026 – Dokumen TNBB


Mengapa penyu punya nilai tinggi bagi diver dan snorkler?

Setiap diver dan snorkler pasti punya media sosial dan relasi khusus atau circle. Mulai dari upload status WA, Telegram, Face Book (FB), Instragram (IG), You Tube, Twitter, Thread, Tiktok dan blog. Mereka akan memamerkan foto atau video penyu di kolom perairan laut yang mereka jumpai.

Penyu mempunyai nilai gaya sendiri bagi diver dan snorkler.

1.          Tidak mudah berjumpa penyu disetiap titik dan  kedalaman perairan laut. Walaupun sekali waktu penyu ke permukaan air laut untuk mengambil udara memenuhi paru-parunya, tetap susah di jumpai. Mengisi paru-paru dengan udara atmosfer di atas permukaan laut hanya sebentar yaitu 4 – 5 menit untuk menyelam bergerak 20 – 45 menit. Penyu adalah mahluk yang dinamis bergerak apalagi jika merasa ada gangguan. Artinya bertemu penyu memerlukan keberuntungan (lucky).

2.          Pada kondisi perairan laut saat ini, bertemu penyu paling 1 ekor di satu titik lokasi dan kedalaman, apalagi bertemu penyu sedang berpasangan (kawin) itu adalah doorprize, hadiah dari ketenangan, ketahanan dan kekuatan diver menjelajahi perairan laut. Sesuai falsafah ekowisata penyu adalah umur panjang, kebijaksanaan – kesabaran, ketahanan – kekuatan dan keseimbangan alam di laut.

3.          Bisa mendapatkan foto/video dirinya (penyelam itu sendiri) dengan penyu pada saat sama-sama menyelam dan bergerak adalah boon atau gift of God. Berarti si penyu merasa nyaman dengan penyelam dan tidak terganggu dengan penyelam. Atau diver adalah seorang profesional, dan foto atau video tersebut adalah bukti keprofesionalan dalam prinsip animal welfare.

Gambar 3.    Diver bertemu penyu di perairan Banyuwedang. Sekali lagi “Don’t touch”. Foto September 2026 – Dokumen TNBB


Resume Monitoring Penyu di TNBB

Taman Nasional Bali Barat melaksanakan kegiatan monitoring penyu dari tanggal 16 – 21 September 2026. Penyu merupakan salah satu mandat penetapan TNBB yang didasarkan pada 3 pilar yaitu perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan. Penyu menjadi satwa obyek daya tarik wisata kawasan perairan TNBB. Di perairan Pulau Menjangan menjadi satwa laut yang menarik kedatangan diver dan snorkler. Para diver sering bertemu dengan penyu ketika menyelam. Snorkler pun sering mendapatkan foto penyu ketika berenang diperiran dangkal terumbu karang.

Monitoring dilaksanakan di pesisir pantai yang menjadi lokasi pendaratan penyu betina untuk bertelur dan tukik menetas dengan teknik nglalar penyu menyusuri pantai pada malam hari untuk mencari dan menemukan penyu yang sedang mendarat atau sarang tempatnya bertelur. Menyelam pada titik-titik informasi tempat diver guide bertemu penyu ketika memandu wisatawan. Wawancarai nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir pantai.

Terangkum hasil identifikasi bahwa perairan TNBB merupakan habitat 3 jenis penyu, yaitu Penyu Hijau, Penyu Sisik dan Penyu Lekang. Pada pesisir pantai diketemukan sarang penyu yang bertelur. Sarang ada yang dirusak dan telor kemungkinan telah dimangsa predator (diketemukan jejak kaki dan ekor  biawak).


Gambar  4.      Wisatawan dan guide diving di Pulau Menjangan di kedalam 25 meter. Pada saat foto ini saya ambil, mereka bertemu penyu yang juga saya lihat dan saya video dan foto penyu tersebut. Sebagian video, saya tampilkan di blog ini. Foto September 2026 – Dokumen TNBB.




Bagian ke-2 PENYU MASIH ADA DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT akan bercerita identifikasi penyu hasil monitoring.

Bagian ke-3 PENYU MASIH ADA DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT akan bercerita mengapa penyu mudah dijumpai di Pulau Menjangan.

 

Tidak ada komentar: